Sabtu, 17 Juni 2023

"BUDAK"

"BUDAK"
Lama kutertatih letih tanpa kehangatan ayah ibu.
Terombang ambing ditempa kehidupan tuan-tuan sang raja.
Lika-liku jurang kegelapan buruh tanpa cahaya.
Teriris masa serta jaman,sorot mata dingin darah buruh nafsu.
BUDAK merintih melonglong bagai serigala dirimba liar.
Tak sanggup tangan nyalakan obor keluarga dingin jalan misteri.
BUDAK berkoar tak didengar,bekata tak dihirau senyap.
Tuan siapalah hamba identitas kasta yang nista.
Putus asa memerangiku,waktu bagai cemeti,jalan bagai menjalin,jiwa bagai perang,sediri sebatang kara,hanya tetes keringat semangatku.
Pengembara jalan jiwaku keheningan ratapan sukmaku.
Pusaka dalam ragaku,darah orang tua bara tubuhku,nafas ayah ibu membesariku.
Pintu Tuhan kerap terbuka kala sakit atau renta,kutak meminta namun dahaga kesadaran,lapar kemunafikan laknat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar