Jumat, 23 Juni 2023

MAUT

"MAUT"
Nyawa di-intain Izroil (malaikat maut),tak jauh beda panglima perang Azazil (iblis) yang dahulu.
Namun bedalah diantara kutukan dan laknat Tuhan yang ditangguhkan kini Izroin mengambil alih sang Azazil.
Nista Izroil selalu mengunduh nyawa dari mata pedangnya,kuasalah Azazil dari pusakanya walau tak bisa mematikan.
Neraca hitam dan putih,surga neraka hanyalah suatu kenikmatan dan sama nikmatnya suatu timbanggan manusia.
Maut manusia pada tangan dan takdir manusia itu sendiri.
Manusia kadang melawan Malaikat Maut Hannya demi hadiah (Nabi Syth) buah surga Adam dan Maria hanya demi kekuasa'an,bahkan demi alas kaki (Nabi Idris) yang harganya (harkat,martabat) tak pernah naik selalu dibawah.
Malaikat tak selalu bersayap,ayah malaikat tak bersayap yang selalu melawan maut.
Maut manusia kadang belajar pada Azazil menjadi manusia untuk menguatkan raganya melawan malaikat maut.
Untaian kata Tuhan tak cukup bagi sang kitad suci.
Umpama gunung atau Piramida hancur luluh laksana Tuhan berpijak.
Umpama manusia tak dicipta sirnalah tempat berpijak Tuhan,hati manusia,nurani manusia,maut manusia (sakit dan renta).
Untaian harapan Tuhan sang Hawa hadiah Tuhan untuk Sang Adam,tanah bumi ini awalnya arca Adam berasal,Maut!.

TELIK SANDI

"TELIK SANDI"
Mata mata,mata tuhan,pembawa pesan, mengembara,pujangga,panglima,kepala suku, atau perwira.
Menjadi telik sandi dan panglima perang lebih sulit daripada saudagar.
Menjadi hantu diantara hantu:
Hantu darat.
Hantu Laut.
Hantu Udara.
Menjalani nestapa dan nista jauh dari kehangatan sanak keluarga bahkan sang Dewi.
Menelusuri berbagai rintangan digaris depan walau kadang telik sandi panglima perang mengalami kepunahan.
Mengisi atau memutasi,menangguhkan (memblokir) diri,dari pemerintahan atau keraja'an yang selalu berubah peradapan bahkan misteri.
Menopang keamanan walau kadang identitas sulit dicari bahkan tak masuk daftar intelijen militer pemerintah.
Mencari upah bukan hal penting walau sebuah upah hal yang penting.
Masih dinegeri ini walau pun baru tapi harus mengerti betapa sulit adaptasi.
Merubah diri diantara kode etik,etika bahka etilen budaya yang di tempati.

TELIK SANDI

"TELIK SANDI"
Mata mata, mengembara,pujangga,panglima,kepala suku,perwira.
Menjadi telik sandi dan panglima perang lebih sulit daripada saudagar.
Menjadi hantu diantara hantu:
Hantu darat.
Hantu Laut.
Hantu Udara.
Menjalani nestapa dan nista jauh dari kehangatan sanak keluarga bahkan sang Dewi.
Menelusuri berbagai rintangan digaris depan walau kadang telik sandi panglima perang mengalami kepunahan.
Mengisi atau memutasi (memblokir) diri,dari pemerintahan atau keraja'an yang selalu berubah peradapan bahkan misteri.
Menopang keamanan walau kadang identitas sulit dicari bahkan tak masuk daftar intelijen militer pemerintah.
Mencari upah bukan hal penting walau sebuah upah hal yang penting.
Masih dinegeri ini walau pun baru tapi harus mengerti betapa sulit adaptasi.
Merubah diri diantara kode etik,etika bahka etilen budaya yang di tempati.

Kamis, 22 Juni 2023

AIR

"AIR"
Hilang bagai tak beralam hadir merajut asa.
Mata kehidupan entah kemana,panca indra raga mulai tua.
Hukum alam begitu besar entah dimana rimbanya.
Mimpi hanyalah bias dahaga.
AIR buas tak terkira liar karena terbelenggu.
Pantun janda hanyalah twitan (celoteh) ditengah perang sang pujangga diantara pasukan.
Air dahagaku tehadap buaian cinta diantara kasih sayang yg selalu lenyap.
Puing medan laga seakan rungkad (rugi), saat upah tak seberapa namun cukup menghangatkan dahaga bidadari manusiawi.
Pengetahuan selalu langka bagai ilmu yang dicari,mengalir lalu menguap ditelan dahaga.
Dituang dalam kitad suci tak pernah sempurna karena aus pada peradapan.
Para pahlawa dinanti yang haus belaian.
Dibumbui diracik manis dan asinnya kehidupan,hanya sebuah keringat asam bagai cukak namun penuh penantian bagi sang Dewi.

Senin, 19 Juni 2023

TNI

"TNI"
Betapa ketat aplikasimu.
Hanya untuk ke amanan negeri ini,melebihi ketatnya alutsista komponen cadangan.
Betapa kejam hukuman Rakyat Indonesia untukmu.
Hukum memutilasi atau menganibalkan suatu pasukan cadang untuk perang.
Masa dan peradapan bertubi-tubi harus menghadapi peperangan yang tak henti.
Tak mengenal agama atau keluarga mana yang seharusnya sempurna.
Melawan kekejaman agama yang semakin berubah atau penista agama.
Tanpa kasih sayang,cinta... Tak menyakitkan melebihi agama.
Perang tetaplah perang kaum Adam pengganti panglima Azazil tanah kegelapan bumi ini.
Kaum Hawa hanyalah tercipta disurga bukan dari bumi ini,yang menjadi ratu Bidadari kaum Adam terkesima.
Perisai kegelapan Tuhan aplikasi yang rumit walau manual dibumi hingga pintu laknat dialam nun jauh.
Kaum hawa tak kuasa meratapi kegelapan ini.
TNI tak kunjung henti menjadi hantu dinegeri ini.
Hantu darat,hantu laut,hantu udara.
TNI tak kunjung henti mati suri,mati satu tumbuh seribu dari Rakyat NKRI harga hidup.
Himpun kekuatan hadapi kegelapan semangat berapi-api,api abadi yang masuk ketubuh Adam sewaktu masih jadi arca.
Aplikasi tak selamanya murni(purel) tak selamanya bisa dipakai (bispak).
Fital tak selamanya kode etik ,etika,atau etilen.
Amarah sang Adam dalam kutukan dan laknat kegelapan.
Fitur tak sebaik surgawi tak seburuk neraka,laknat yang ditangguhkan.

RASA

"RASA"
Hidup penuh pengorbanan dari saku sang raga untuk sebuah martabat.
Pribadi yang jaya sederhana ini sejahtera.
Harap sabar menanti, pengharapan yang menyakitkan.
Pujangga sekedar menyamun rasa, pramu sang Dewi.
RASA hanya sekedar kenikmatan,hasrat keinginan.
Merogoh Sukma mengintip rasa,lalu menikmati untuk menguasai.
RASA hanya sekedar rasa melebihi harta dan tahta.
Menoreh lidah,terhirup tajam tak terkira menggiurkan,bibir seakan candu,hingga saraf teperdaya.
Sastra pujangga pengembara,rasa membuat dahaga walau sepah dibuang.
Ramai dicari,ramai diunggah,banyak diunduh,sedikit dipanen bagai keringat yang asam.
Suara irama pujangga pengembara menyapa,rasa menyihir terperangah seakan tak sadar walau sepah dihirup.
Roman mistis,harum walau bau,misterius segar walau bersin pilu,dibawah sadar menggiurkan.

Minggu, 18 Juni 2023

BIDADARI

"BIDADARI"
Sejengkal tanah bumi bagai titik diarungi.
Ombak samudera tersimpan jambrud mutiara.
Surgawi yang semampai sulit ditelusuri.
Olah data yang kerap salah tentang surgawi.
BIDADARI mengapa kau turun kebumi hanya ingin bercumbu menjadi manusiawi.
Aku bukan pangeran atau raja bumi jalan gelap kuarungi.
BIDADARI betapa nista diri ini tak sanggup meratapimu menjadi manusiawi.
Alam birahi berdeda surga dunia dengan surga kayangan.
Takdir manusia penuh kegelapan yang ditangguhkan dan laknat.
Pesonamu hanya sejenak lalu bersolek demi kenikmatan kasih sayang satu malam.
Tikam nurani raga yang elok kaum hawa.
Pesta jejaka makin gila rona manusia makin renta setan pun tertawa.
Ah... Aku dan setan apa bedanya iblis malaikat pun suka birahi (Harut dan Marut).
Perawan sirna janda tinggal asingnya demi keibuan.
Ah... Setan setan selalu disalahkan apa bedanya denganku Azajil.
Pupus sudah puaskah sang BIDADARI tinggal dibumi bahtera Adam ini terkutuk dan sepi.

LADANG

"LADANG"
Mentari diatas gunung ada kalanya terang dan gelap.
Air mengalir dibukit antara ruas semak dan sawah.
Mutiara Sriti atau walet terbang bebas penuh hasrat.
Awan masih dilangit menyambut Surya dan bulan.
LADANG tempat meluapkan hujan,panas,dahaga dan lapar.
LADANG adalah pabrik kebutuhan hidup (biologis) lahan ego.
LADANG kadang subur dan gersang bahkan beringas.
LADANG sawah lahan atau kebun hanyalah alas panen sepah,mengunduh sepah,sepah hanyalah rasa.
Hati senang amat tenang.
Bangun pagi begadang malam.
Hati senang amat tenang.
Buka LADANG,buka lahan,babad alas jadi senang,cangkul yang dalam benihpun ditanam.

AYAH

"AYAH"
Cahaya... aku didalam kegelapa nestapa.
Gerhana aku tertutup alam keibuan.
Cinta... AYAH,malaikat tak bersayap.
Gembala... keluarga diantara kaki surga dan jurang neraka.
AYAH dibawah pohon yang rindang,mimpi seakan menyihir.
Rusa bercumbu pada hasrat.
AYAH duniawi mimpi para Dewi.
Ranum raga semakin layu,jiwa semakin terbui,Sukma semakin senyap.
Nafas AYAH mencukupi buah hati.
Api AYAH kolam renang (LIVERPOOL) hawa sang ibu.
Nikmat AYAH seindah emas putih,sehalus sutra.
Alam AYAH rotasi hitam putih,abu-abu,mistis dan misteri.

Sabtu, 17 Juni 2023

APLIKASI

"APLIKASI"
Butuh proses menghadapi kehidupan manusia.
Panjang pendeknya logika diantara rasio.
Bukan keinginan menjadi yang sempurna.
Pangkal yang dalam atau dangkal bukan ukuran suatu kenikmatan.
APLIKASI hanyalah suatu adaptasi peradapan.
Sanggupkah fiksi nan fikti menghadapi ediologi.
APLIKASI hanyalah renungan yang tertuang kode etik.
Semesta dalam angka atau abjad matrix.
Mata kehidupan melebihi segala panca indra.
Bintang adalah sebuah APLIKASI pentagram.
Memasuki altar penuh pengorbanan.
Bias hasrat,pelangi rasa,dahaga kepuasan.

OBOR

"OBOR"
Disemai kasih sayang orang tua.
Benih(biang) ayah ibu semakin dewasa nan tua.
Disuapi dari cinta,diselimuti kehangatan keluarga.
Buah hati,kerap dimanja,seiring waktu berubah.
OBOR keluarga masihkah menyala atau padam.
Sulit diterka,hukum alam berkuasa.
OBOR keluarga,sulit dinyalakan ketika padam.
Siap membakar ketika kehangatan,musnah,menjadi abu.
Tak semudah mengikat tebu atau tali sepatu.
Mudah rapuh,deru dan debu,gelap gulita.
Tangan tak sampai,punah terbelenggu,seakan tiada alam.
Manusia...,tak kenal tak sayang,makin kenal makin lupa,tak sadar lalu mati obor.

"BUDAK"

"BUDAK"
Lama kutertatih letih tanpa kehangatan ayah ibu.
Terombang ambing ditempa kehidupan tuan-tuan sang raja.
Lika-liku jurang kegelapan buruh tanpa cahaya.
Teriris masa serta jaman,sorot mata dingin darah buruh nafsu.
BUDAK merintih melonglong bagai serigala dirimba liar.
Tak sanggup tangan nyalakan obor keluarga dingin jalan misteri.
BUDAK berkoar tak didengar,bekata tak dihirau senyap.
Tuan siapalah hamba identitas kasta yang nista.
Putus asa memerangiku,waktu bagai cemeti,jalan bagai menjalin,jiwa bagai perang,sediri sebatang kara,hanya tetes keringat semangatku.
Pengembara jalan jiwaku keheningan ratapan sukmaku.
Pusaka dalam ragaku,darah orang tua bara tubuhku,nafas ayah ibu membesariku.
Pintu Tuhan kerap terbuka kala sakit atau renta,kutak meminta namun dahaga kesadaran,lapar kemunafikan laknat.

Jumat, 16 Juni 2023

"MENGINGKARI"

"MENGINGKARI"
Bintang gelap tiada cahaya bukan karena gerhana atau awan kelabu.
Tatanan sang Surya manual ditangan Tuhan.
Bungah disemai Cinta sayang,walau hasrat sulit diterka kasih.
Tiupan asmara kerap menyihir,merajam tiap insan keluh kesah.
MENGINGKARI ruas dan ruang sendi cinta sejoli.
Makin kenal kian makin lupa.
MENGINGKARI jati diri manusia,fitrah merajut tirai penghalang.
Mengorbankan harga diri,memerah susu penjual jiwa,diperbudak keangkuhan tertatih.
Rantai kehidupan kala MENGINGKARI hukum alam dimana rimbanya.
Sirna menyapa bukit yang gersang muram tersipu.
Rintihan desah nestapa masihkah MENGINGKARI diri.

TERSISIH

"TERSISIH"
Laila(malam) betapa anggun kegelapanmu.
Walau kegelapan pekat berselimut duka.
Laila (malam) seakan tersenyum dalam keterasingan.
Wadah Laila,cawan Laila,loka Laila,hasrat Laila.
TERSISIH dalam belenggu cinta.
Titik pilu duka sang agama.
TERSISIH dalam benteng keluarga,tinggi menjulang.
Tapak tilas kasih-sayang tiada arti.
Laila ketika cahaya menyakiti,ku terbakar bagai sang gagak.
Menyapaku dalam sayatan asmara,ku TERSISIH.
Linangang air mata hati,yang misteri,menoreh luka qolbu.
Merintih tak kasat mata,TERSISIH sembunyikan kesedihan.
Oh... Luka.
Oh... Merintih.
Oh... Tirani.
Oh... Kegelapan.
TERSISIH.