Sejengkal tanah bumi bagai titik diarungi.
Ombak samudera tersimpan jambrud mutiara.
Surgawi yang semampai sulit ditelusuri.
Olah data yang kerap salah tentang surgawi.
BIDADARI mengapa kau turun kebumi hanya ingin bercumbu menjadi manusiawi.
Aku bukan pangeran atau raja bumi jalan gelap kuarungi.
BIDADARI betapa nista diri ini tak sanggup meratapimu menjadi manusiawi.
Alam birahi berdeda surga dunia dengan surga kayangan.
Takdir manusia penuh kegelapan yang ditangguhkan dan laknat.
Pesonamu hanya sejenak lalu bersolek demi kenikmatan kasih sayang satu malam.
Tikam nurani raga yang elok kaum hawa.
Pesta jejaka makin gila rona manusia makin renta setan pun tertawa.
Ah... Aku dan setan apa bedanya iblis malaikat pun suka birahi (Harut dan Marut).
Perawan sirna janda tinggal asingnya demi keibuan.
Ah... Setan setan selalu disalahkan apa bedanya denganku Azajil.
Pupus sudah puaskah sang BIDADARI tinggal dibumi bahtera Adam ini terkutuk dan sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar